Mbah Sarmi, Buruh Tani yang Kurbankan Kambing, Harta Paling Berharga Miliknya

Dapur dan Ruang tamu Mbah Sarmi saat menerima Team Lazismu
Dapur dan Ruang tamu Mbah Sarmi saat menerima Team Lazismu

Kisah ini nyata adanya, saat itu Redaksi Lazismujember.org mendapatkan berita dari rekan Lazismu Kota Probolinggo, Benny Prasetyo. Inspiratif dan menyentuh kita yang mungkin keadaannya masih lebih baik dengan Mbah Sarmi namun belum ber-Qurban.

Untuk menuju rumah Mbah Sarmi memang agak sulit, selain tempatnya yang berada dipinggiran desa, jalan yang dilalui juga masih sempit, lebih nyaman memang jika menggunakan sepeda motor, namun dengan kondisi jalan yang masih banyak belum diterangai oleh Penerangan Umum, menuju kelokasi pun tidak bisa hingga larut malam, lokasi yang berada di Desa TIagasan Wetan Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo.

Mbah Sarmi (85) begitu kami biasa memanggilnya, sebenarnya salah satu Komunitas Duafa Marginal Binaan Lazismu Kota Probolinggo. Beliau tinggal seorang diri di gubuk kecil sekitar ukuran 3 x 4 meter, jangankan barang-barang elektronik berharga, "kediamannya" ini bisa dikatakan masih jauh dari kata sederhana, namun Mbah Sarmi begitu tabah dan minikmatinya.

Rumahnya "sederhananya" ini berdinding dari anyaman bambu dan berlantaikan tanah, bisa dikatakan tidak ada barang-barang yang sangat berharga dirumahnya, memasak masih menggunakan tungku dan peralatan lainnya tampak sudah sangat tua, begitu juga dengan tempat tidurnya, sebenarnya sudah tidak layak lagi untuk digunakan, dan memang satu-satunya harta yang berharga yang dimilikinya adalah seekor kambing kacang yang tinggal bersebelahan dengan rumahnya, dipeliharanya sejak kecil hasil dari bagi hasil dari tetangga yang menitipkan kambing kepada dirinya sekitar 3 (tiga) tahun yang lalu.

Mbah Sarmi sebenarnya telah menjadi mustahiq dalam komunitas binaan Lazismu sejak Rhamadhan yang lalu 1438 H kemaren, ini berkat laporan dari petugas Lazismu Kota Probolinggo yang kebetulan mendapat tugas mengabdi menjadi salah satu pengajar di desa Tlagasan Wetan.

Jumat (18/8/2017) Lazismu kembali menyalurkan titipan dari donator Filantropis untuk para dhuafa yang salah satunya adalah Mbah Sarmi, kedatangan petugas lazismu disamping tugas pendampingan, juga untuk memastikan kembali niat Mbah Sarmi untuk ber-qurban pada Idul Adha tahun ini. 

Awalnya kambing Buk Sarmi akan kami beli untuk kurban tahun ini, karena Lazismu Probolinggo mendapatkan amanah untuk pengumpulan dan penyaluran daging Qurban. Selanjutnya Lazismu akan memberikan Zakat produktif berupa anak kambing untuk dibesarkan kembali. Dengan demikian Setidaknya ada penguatan ekonomi untuk para duafa “, kata Bambang Relawan Lazismu Kota Probolinggo. 

Namun ternyata, semangat berkurban Mbah Sarmin di hari raya Idul Adha 1438 H ini begitu luar biasa. Perempuan yang sudah memasuki usia senja itu lebih memilih mengurbankan Kambing satu-satunya yang dimiliki untuk dikurbankan dan dibagikan kepada warga sekitar melalui Lazismu, padahal telah diketahui bersama, kambing itu diperolehanya dari bagi hasil beberapa tahun yang lalu hasil dari memeliharakan kambing milik tetangganya, saat induk kambing lahir anak kambing, maka Mbah Sarmin mendapat bagiannya, sebanyak dua ekor menjadi milik Mbah Sarmi yang dipeliharanya hingga kini dan seekor kambing Mbah Sarmi akan dikurbankan tahun ini, merupakan hasil kerja kerasnya bertahun-tahun dari bagi hasil anak kambing sebelumnya.

Dalam kesehariannya Mbah Sarmi hidup sangat sederhana, namun dia bertekad tidak ingin bergantung dengan belas kasihan warga sekitar, untuk mempertahankan hidupnya beliau memilih bekerja membantu kebun-kebun sayur tetangganya, itupun jika ada panggilan pekerjaan datang maka upahpun diterima, jika sedang jarang pekerjaan sebagai buruh tani, seperti musim kemarau panjang tahun ini, maka bisa dipastikan tidak ada pekerjaan yang dilakukan, namun ditengah kondisinya yang sangat terbatas ini, pancaran senyum dan rasa syukur kepada Allah tiada pernah padam.

“Alhamdulillah…. se penting e berrik beres ambik se Kobe Sah  dalam bahasa Madura (Alhamdulill masih diberikan sehat oleh Yang Maha Kuasa)” Kata Mbah Sarmi singkat dengan bahasa maduranya yang kental.

Keinginan Mbah Sarmi mengkurbankan kambing nya supaya ada bekal yang bisa ia bawa ketika saatnya tiba dipanggil kembali kehadirat Ilahi Robbi, "saya gak punya banyak bekal akhirat nak, ilmu kurang amal sedikit, semoga kurban ini, jadi amal yang bisa mbah bawa walaupun nilainya kecil", katanya penuh semangat. 

Selain itu, kepada Team Lazismu menuturkan bahwa diusianya yang sudah tua ingin memberikan kemanfaatan dan berbagi kebahagiaan dengan warga sekitar, bahkan bukan hanya Kambing yang ingin diberikannya, Mbah Sarmi juga ingin membuatkan bumbu Gule yang dimasukkan ke beberapa palstik kecil untuk di bagikan bersama daging Kurbannya. Keinginannya supaya penerima daging kurban lebih mudah untuk memasaknya. "Kasihan penerimanya nak, dagingnya kan sedikit, kalau bumbunya sudah ada kan bisa langsung dimasak, jadi gak perlu repot-repot beli bumbu lagi", katanya lagi.

Beliau sangat bersyukur pada Kurban kali ini bahwa di masa akhir usianya diberikan kekuatan oleh Allah untuk berqurban.  Niat yang sudah ia pendam bertahun-tahun yang lalu akhirnya bisa dia tunaikan. 

“Kebetulan untuk tahun ini kegiatan Qurban Lazismu Probolinggo difokuskan ditempat 3T Terluar, Terdalam dam Terdepan. Jadi dipilihnya salah satu desa tigasan diantara 3 tempat lainnya karena suasana kemiskinan sangat terasa di desa ini. Harapan kami lebih memberikan kemanfaatan. Apalagi dengan semangat kurban dari Mbah Sarmi ini. Insyaallah mampu mengetuk kerasnya hati saudara-saudara kita yang mampu dan belum diberikan keluasaan untuk berqurban”, Kata Benny Ketua Lazismu Probolinggo. 

Semoga Kisah Mbah Sarmi ini bisa memberikan inspirasi bagi kita bahwa memberi itu tidak perlu menunggu kaya, berbagilah maka dengan sendirinya anda akan menjadi kaya, karena kekayaan yang hakiki adalah keinginan kuat untuk bisa berbagi.

Jadi ingat dengan firman Allah SWT dalam QS. Ali Imron:92,
لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ
Artinya:
Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu CINTAI. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.

Bukankah awal dari perintah ber-qurban ini dari risalah Nabi Ibrahim as saat diperintah oleh Allah SWT untuk menyembelih (mengkurbankan) putranya yaitu nabi Ismail as, yang begitu dinanti-nantikannya puluhan tahun kelahirannya, putra yang amat sangat disayanginya sejak lahirnya, dan "harta" yang tiada terhingga nilainya, bahkan jika dibandingkan dengan dunia beserta isinya. Namun dengan ketaatan Nabi Ibrahim as, beliau laksanakan perintah tanpa banyak bertanya.

Kisah diatas diceritakan oleh Benny Prasetya, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Probolinggo kepada redaksi Lazismu Jember, publikasi dan penulisan kembali telah seijin beliau,


Teras rumah mbah Sarmi
Teras rumah mbah Sarmi
Mbah Sarmi bersama Team Lazismu dan Kambing yang siap dikurbankan
Mbah Sarmi bersama Team Lazismu dan Kambing yang siap dikurbankan

Mbah Sarmi, Buruh Tani yang Kurbankan Kambing, Harta Paling Berharga Miliknya Mbah Sarmi, Buruh Tani yang Kurbankan Kambing, Harta Paling Berharga Miliknya Reviewed by LAZISMU Jember on 17.35.00 Rating: 5