Muallaf Inggris itu Akhirnya Harus Kembali Dulu Ke Negara Asalnya untuk Mencari Nafkah

Mr.Damian kita ini bersaudara, karena Iman dan Islam
Mr.Damian kita ini bersaudara, karena Iman dan Islam


Damian Peter Hearly (47) begitu nama lengkap dari pria paruh baya muallaf kebangsaan Inggris yang biasa dipanggil Damian (baca: Demin) atau Didin dalam kehidupan sehari-hari di daerah cukup asri dan terpencil di Desa Wonokerto Kec. Klabang Kab. Bondowoso, tepatnya diselatan Polsek Klabang kemudian masuk sekitar 3 km menuju balai desa Wonokerto, disebuah rumah yang sederhana type 36 itulah Demin tinggal bersama istri dan anak perempuannya yang masih berusia 3,5 tahun. 

Sejarah awal Demin masuk Islam (Muallaf) saat yang bersangkutan jatuh cita kepada istri pertamanya yang kemudian meninggal dunia, sekarang beliau menikah lagi dengan wanita asal Kec. Maesan Kab. Bondowoso dan akhirnya dikarunai seorang putri bernama Marie Jane, gadis cantik blasteran Inggris - Jawa ini nampak begitu cantik seperti boneka barbie namun telah mengerti 3 bahasa sekaligus, Inggris, Indonesia dan Madura.

Demin, mungkin sudah cukup lama tinggal di Indonesia bahkan di Kab. Bondowoso, hal ini terlihat dari interaksi, komunikasi dalam bahasa Indonesia yang begitu lancar dengan logat khas warga eropa, "namun sebagai muallaf sepertinya perlu terus mendapatkan perhatian bagi ummat Islam lainnya terkait pemahaman agama dan dalam menjalankan syariah agama dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pemahamannya semakin baik dan benar", begitu kata Abdul Khamil, Kepala Kantor Lazismu Jember saat berinteraksi langsung kerumah Demin tinggal.

Diskusi akrab seperti sahabat yang telah lama tidak jumpa
Diskusi akrab seperti sahabat yang telah lama tidak jumpa
Pertemuan antara Demin dan Team Lazismu Jember ini berawal dari laporan dari Alim Purnamasidi selaku Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan, saat itu beliau menyampaikan melalui pesan di WhatsApps bahwa ada seorang muallaf berkewarganegaraan Inggris saat ini mengalami kesulitan ekonomi untuk bertahan hidup di Indonesia tepatnya di Bondowoso, setelah melalui proses analisa, diskusi dan komunikasi dengan Lazismu Bondowoso, akhirnya selang 2 (dua) minggu disepakati bahwa Team Lazismu Jember bersama Alim mengunjungi langsung kekediaman Demin.

Sambutan Demin begitu hangat dan terbuka, bahkan kepada tamu yang dari Team Lazismu Jember yang benar-benar baru dikenalnya, dia sambut dengan salam ramah, "Assalamu'alaikum, silahkan...silahkan... masuk", begitu sambutannya. Istrinyapun begitu antusias menyambut tamu Demin ini, secangkir kopi susu dan kue olahan sendiri disuguhkan menemani diskusi menarik yang terus mengalir penuh keakraban, hingga secara gamblang Team Lazismu Jember bisa melakukan assesmen (penilaian) bahwa Demin termasuk muallaf yang perlu segera diselamatkan kehidupannya, karena saat ini sedang benar-benar membutuhkan uluran tangan dari saudaranya se-Iman dan se-Islam.
Memang benar adanya, saat ini Demin harus segera kembali ke negaranya karena terkait ijin tinggal yang hampir habis dan untuk memperpanjangnya belum memiliki dana yang cukup, "Saya harus menyediakan setidaknya uang Rp 10jt setahun untuk ijin tinggal, padahal saya hidup tidak boros, makan apa adanya, jadi perlu cari uang dulu ke Inggris dan kembali kesini", ujarnya menjelaskan. Saat ditanya ingin tinggal di Inggris ataukah di Indonesia? spontan Demin menjawab, "Jane (anak semata wayangnya) di Indonesia, saya selalu teringat dia, tidak mungkin saya tinggal lama jauh dari Jane, dia bagian dari hidup saya, kira-kira 2 tahun lah saya kebali lagi ke Indonesia".

Marie Jane putri pertama Damian bersama Yovie Team Lazismu Jember
Marie Jane putri pertama Damian bersama Yovie Team Lazismu Jember

"Saya tentu ingin tinggal selamanya disini, menjadi warga Indonesia, tapi prosesnya masih lama dan susah, serta membutuhkan biaya yang besar, saya bukan orang kaya, tapi saya senang tinggal disini sangat senang, lebih tenang dan orangnya ramah-ramah, namun yang terpenting adalah istri dan Jane, saya tidak bisa jauh-jauh dari mereka", begitu Demin menyampaikan dalam logat Inggrisnya.
Namun demikian, Demin memang sedikit mengeluhkan bahwa saat ini dia sedang kesulitan biaya untuk bertahan hidup, rumah yang menjadi tempat tinggalnya saat ini sebenarnya rumah yang dibelinya dengan mencicil saat masih bersama istri pertamanya, dia berkeinginan menjualnya dan akan pindah tempat didekat keluarga besar dari istri keduanya di Kec.Maesan, "Mereka mungkin akan lebih nyaman dengan keluarga istri, untuk kebaikan Jane juga, jadi nanti rumah ini akan saya jual, dan beberapa perabot  tapi saya harus ke Inggris dulu cari kerja", begitu rencana Demin.

Namun saat Team Lazismu Jember ingin memberikan santunan sebagai muallaf dari donasi Zakat, dia menolak keras begitu terharu, "Jangan... jangan begini, kalian datang saya sangat senang, saya masih mampu get's money, saya masih sehat", jawabnya menolak berkali-kali, hingga kemudia Alim dalam bahasa Inggris menyampaikan, "Ini untuk Jane, terimalah dan ini juga kami menerima amanah dari banyak saudara muslim di Jember sana yang perlu disampaikan, mohon untuk persaudaraan kita, terimalah", begitu Alim Purnamasidi menyampaikan.

"Kalian saudaraku selamanya, saya tidak akan pernah melupakannya," kata Damian
"Kalian saudaraku selamanya, saya tidak akan pernah melupakannya," kata Damian
Akhirnya dengan terharu dan mengusap air matanya Demin menerima dan memberikan kepada Jane anaknya, berkata sambil menepuk dadanya, "Saya tidak akan melupakan ini, saya tida akan melupakan saudara semua, selama hidup saya, sesegera mungkin saya akan pulang kembali ke Indonesia untuk bertemu dengan sahabat-sahabat saya, namun sebelum saya berangkat beberapa hari lagi, ijin kan saya untuk pamit ke jenengan semua?"

"Siap, kami dengan senang hati menerima kehadiran saudaraku Demin", kata Irul salah satu Team lazismu Jember yang juga fasih berbahasa Inggris.

"Alhamdulillah, untungnya kita segera hadir, karena selang beberapa hari lagi Demin akan meninggalkan Indoensia untuk kembali kenegaranya dalam rangka mencari modal usaha dengan bekerja disana", begitu Alim menyampaikan kepada Team Lazismu Jember. 

"Dan seharusnya memang kita harus hadir pak, setidaknya untuk mewakili ummat Islam yang ada, hadir untuk menunjukkan empati dan kepedulian bahwa Demin tidak sendiri disini, banyak saudara seiman dan se-Islam yang senantiasa bisa berbagi dalam suka maupun duka. Dan yang terpenting lagi tidak ada fitnah bahwa sebagai muallaf kesulitan hidup dinegara berpenduduk muslim paling besar didunia, baik saat dia disini maupun saat dia berada dinegaranya", kata Khamil lagi.

Saudaraku para Donatur, Demin saudara seiman kita ini akan berberangkat ke negeranya dalam waktu dekat, namun tidak untuk selamanya, karena ada istri dan buah hatinya Jane yang masih tinggal di Indonesia, Demin pergi untuk mengumpulkan modal agar bisa tinggal lebih lama dan keinginan terbesarnya adalah menjadi Warga Negara Indonesia, karena dia begitu senang dengan negeri ini.

Jika ada berkenan membantu beliau, menyalurkan donasi bisa melalui Lazismu Jember yang nantinya akan kami salurkan kepada keluarganya yang akan tinggal di Kec. Maesan Kab. Bondowoso.

Donasi Transfer Infaq Lazismu bisa ke:

BSM: *7011737352*
Muamalat: *0115862973*
BNI Syariah: *0171899726*
Jatim Syariah: *6132010401*
an. Lazismu Jember
====================

Konfirmasi atau Jemput Donasi ke:
Ida: 0856-0864-2124
Hasroqi: 0896-9768-7921
Dedi: 0822-5777-3188
Asrotul: 0896-0945-8395

Hotline (WA Only): 0812-3200-0995

Damian menggendong anaknya Jane bersama Team Lazismu Jember
Damian menggendong anaknya Jane bersama Team Lazismu Jember
"Kalian saudaraku selamanya, saya tidak akan pernah melupakannya," kata Damian
"Kalian saudaraku selamanya, saya tidak akan pernah melupakannya," kata Damian

Muallaf Inggris itu Akhirnya Harus Kembali Dulu Ke Negara Asalnya untuk Mencari Nafkah Muallaf Inggris itu Akhirnya Harus Kembali Dulu Ke Negara Asalnya untuk Mencari Nafkah Reviewed by LAZISMU Jember on 20.36.00 Rating: 5